Selasa, 03 April 2012

Potensi Mangrove Sebagai Tanaman Obat


Potensi Mangrove Sebagai Tanaman Obat
Prospect of Mangrove as Herbal Medicin
e

Hery Purnobasuki
Staf Pengajar Biologi FMIPA Universitas Airlangga, Jl. Mulyorejo (Kampus C UNAIR) Surabaya – 60115,
Telp./Fax. 031 5926804

Tumbuhan mangrove di Indonesia
merupakan yang terbanyak di dunia, baik dari segi
kuantitas area (+ 42.550 km2) maupun jumlah
species (+ 45 species) (Spalding et al. 2001).
Mangrove mempunyai banyak sekali manfaat yang
bersinggungan langsung dengan kehidupan manusia
di daratan, mulai dari manfaat ekologi sampai
dengan sebagai sumber pangan dan obat.
Maka sangatlah sayang bila potensi ini tidak
kita gali dan manfaatkan semaksimal demi
kepentingan bersama .Banyak perguruan tinggi dan
lembaga penelitian yang telah mengeksplorasi
berbagai tumbuhan sebagai sumber obat namun
belum banyak melirik khasiat pada tumbuhan
mangrove. Tulisan ini mencoba untuk mengangkat
dan memasyarakatkan potensi tersebut.
Sebagian besar bagian dari tumbuhan
mangrove bermanfaat sebagai bahan obat (Tabel 1).
Ekstrak dan bahan mentah dari mangrove telah
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir untuk
keperluan obat-obatan alamiah. Campuran senyawa
kimia bahan alam oleh para ahli kimia dikenal
sebagai pharmacopoeia. Sejumlah tumbuhan
mangrove dan tumbuhan asosiasinya digunakan
pula sebagai bahan tradisional insektisida dan
pestisida.
Tabel 1. Potensi khasiat medis pada beberapa mangrove yang ada di Indonesia
Nama Latin Jenis Mangrove Khasiat
Acanthus ilicifolius
Avicennia alba
Avicennia marina
Avicennia offinalis
Bruguiera cylindrical
Bruguiera exaristata
Bruguiera gymnorrhiza
Ceriops tagal
Hisbiscus tiliaceus
Ipomoea pes-capre
Lumnitzera racemosa
Nypa fructicans
Pluchea indica
Rhizophora apiculata
Rhizophora mucronata
Sonneratia alba

Aphrodisiac (perangsang libido), asma, (buah); diabetes, diuretic,
hepatitis, leprosy (buah, daun dan akar); neuralgia, , cacing gelang,
rematik, penyakit kulit, sakit perut (kulit batang, buah dan daun).
Antifertilitas, penyakit kulit, tumor, borok (resin).
Rematik, cacar, borok (batang).
Aphrodiasiac, diuretic, hepatitis (buah), leprosy (kulit batang).
Hepatitis (buah, daun dan akar).
Anti tumor (kulit batang)
Sakit mata (buah).
Menahan pendarahan (kulit batang).
Infeksi telinga (bunga)
Disengat ubur-ubur (daun)
Anti fertilitas, asma, diabetes, dipatuk ular (buah).
Asma, diabetes, kusta, rematik, dipatuk ular (daun, buah).
Demam (daun, akar); borok (daun); rematik, kudis (daun, tunas);
sinusitis (kulit batang, batang).
Anti muntah, antiseptik, diare, haemostatic (kulit batang); hepatitis (kulit
batang, bunga, buah, daun); menghentikan perdarahan, typhoid (kulit
batang).
Beri-beri, febrifuge, haematoma (kulit batang); hepatitis (kulit batang,
bunga, daun, akar); borok (kulit batang).
Bengkak dan keseleo (buah)
Sumber : Bandaranayake (1998). Keterangan: *** mangrove sejati, ** mangrove minor, * mangrove assosiasi
Linneous seorang pakar botani memberi
nama salah satu tumbuhan mangrove yang penting
dan sebarannya sangat luas sebagai penghargaan
terhadap seorang Doktor berkembangsaan Arab
yang terkenal, Abu Sina (dilatinkan sebagai
Avicennia; 980-1036 AD), beliau juga dikenal
http://www.irwantoshut.com/
Potensi Mangrove Sebagai Tumbuhan Obat
126 Biota . IX (2), Juni 2004
sebagai seorang psikolog dan filosof. Negara Arab
mengembangkan kekayaan pharmacopoeia dari
berbagai spesies mangrove.
Beberapa senyawa metabolit baru-baru ini
dengan struktur kimia dan tergolong salah satu
diversitas dari ‘kelas-kelas kimia’ telah
dikarakterisasi dari tumbuhan mangrove dan
tumbuhan asosiasinya. Di antara yang terbaru
ditemukan adalah gugus substansi dari getah dan
perekat sampai senyawa alkaloid dan saponin dan
beberapa senyawa lainnya yang terkait dengan
industri obat-obatan, seperti halnya: derivat
benzoquinone, naphthoquinone, naphthofurans,
flavonoid, polyfenol, rotenone, flavoglican,
sesquiterpene, di- dan triterpene, limonoid, minyak
esensial, sterols, karbohidrat, o-metil-inositol, gula,
iridoid glikosida, alkaloid dan asam amino bebas,
feromon, gibberellin, forbol ester, keterosiklik
oksigen, senyawa sulfur, lemak dan hidrokarbon,
alcohol alipatik rantai panjang dan lemak jenuh,
asam lemak bebas termasuk PUFAs (asam lemak
tak jenuh ganda).
Selain itu mangrove kaya akan senyawa
steroid, saponin, flavonoid dan tannin. Senyawa
saponin dari tumbuhan adalah glikosida dari
triterpene dan steroid, yang larut dalam air dan
mempunyai kemampuan membentuk buih sabun
bila dikocok di air. Penggunaan saponin sebagai
deterjen alam dan racun ikan telah dikenal oleh
masyarakat tradisional. Sifat farmatikal yang
berhubungan dengan obat Cina ‘ginseng’
merupakan atribut dari senyawa saponin. Saponin
tumbuhan seperti halnya dioscin, bernilai komersial
setelah ditemukan sebagai bahan untuk hormone
steroid sintetis (Correl, et al. 1955).
Manfaat lain dari saponin adalah sebagai
spermisida (obat kontrasepsi laki-laki);
antimikrobia, anti peradangan, dan aktivitas
sitotoksik (Mahato et al., 1988). Salah satu
tumbuhan mangrove penghasil saponin steroid dan
sapogenin adalah Avicennia officinalis yang banyak
tumbuh di pesisir Indonesia.
Perkembangan pengobatan penyakit AIDS
juga mendapatkan sumber bahan baru, seperti
inhibitor HIV-1 telah dikarakterisasi dari spesies
Calophyllum inophyllum yang tumbuh di Malaysia.
Kandungan kimia spesies ini juga berpotensi
sebagai senyawa untuk anti kanker (Tosa et al.,
1997). Saponin triterpenoid dari Acanthus
illicifolius menunjukkan aktivitas anti leukemia,
paralysis, asma, rematik serta anti peradangan; dan
alkaloid dari Antriplex vesicaria juga berkhasiat
sebagai senyawa bakterisida (Kokpol et al., 1984).
Untuk kepentingan analgesik (pembiusan),
senyawa dari Acanthus illicifolius, Avicennia
marina, dan Excoecarcia agallhocha mempunyai
khasiat bius namun efektivitasnya masih sedikit di
bawah khasiat morfin.
Di Thailand dan pulau Jawa, daun dan akar
dari Pluchea indica (nama daerah: beluntas)
dilaporkan berkhasiat astringent dan antipiretik dan
juga sebagai obat penurun panas. Daun segarnya
digunakan sebagai obat borok dan bisul. Rokok
yang terbuat dari kulit batangnya dimanfaatkan
sebagai pengurang sakit sinusitis. Di Indo-China,
daun dan tunas muda yang ditumbuk dan dicampur
alkohol digunakan sebagai obat rematik dan sakit
kudis.
Eksplorasi kandungan kimia tumbuhan
mangrove sangat diperlukan untuk menemukan
agen-agen terapi baru dan informasi ini sangatlah
penting bagi masyarakat. Ada dua alasan penting
perlunya studi kandungan kimia tumbuhan
mangrove. Pertama, mangrove merupakan salah
satu hutan tropis yang mudah berkembang dan
belum banyak termanfaatkan. Kedua, aspek kimia
tumbuhan mangrove sangat penting karena
potensinya untuk mengembangkan agrokimia dan
senyawa bernilai medis.

Daftar Pustaka
Bandaranayake, W.M. 1998. Traditional and medical uses
of mangroves. Mangroves and Salt Marshes 2:
133-148.
Correll, D.S., B.G.Schubert, H.S. Gentry and W.D.
Hawley. 1955. The search for plant precursors of
cortisone. Economic Botany 52: 307-375.
Kokpol, U., V. Chittawong, and H.D. Millis. 1984.
Chemical constituents of the roots of Acanthus
illicifolius. Journal of Natural Products 49: 355-
356.
Mahato, S.B., S.K. Sarkar and G. Poddar. 1988.
Triterpenoid saponin. Phytochemistry 27: 3037-
3067.
Spalding, M.D., C. Ravilious and E.P. Green. 2001.
World Atlas of Coral Reefs. University of
California Press. Berkeley. USA.
Tosa, H., M. Iinuma, T. Tanaka, H. Nozaki, S. Ikeda, K.
Tsutsui, M. Yamada and S. Fujimori. 1997.
Inhibitory activity of xanthone derivatives
isolated from some guttiferaeous plants against
DNA topoisomerases I and II. Chemical and
Pharmatceutical Bulletin (Tokyo) 45: 418-420.

http://www.irwantoshut.com/
www.irwantoshut.co.cc
http://irwantoshut.blogspot.com
http://irwantoforester.wordpress.com
http://sig-kehutanan.blogspot.com
http://ekologi-hutan.blogspot.com
http://pengertian-definisi.blogspot.com
www.irthebest.com
email : irwantoshut@gmail.com
email : irwantoshut@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar